๐Ÿ“‹ Tentang Proyek

Proyek ini membangun sistem deteksi cyber-incivility (ketidaksopanan siber) otomatis untuk komentar media sosial berbahasa Indonesia, mencakup ujaran SARA, body shaming, cyberbullying, hoaks, dan provokasi, menggunakan model bahasa NusaBERT yang dilatih secara multi-task.

Mengapa proyek ini dibuat

Komentar media sosial Indonesia sering mencampur bahasa (Indonesia baku, bahasa daerah, Inggris) dan memakai gaya bahasa informal, sehingga model deteksi ujaran kebencian yang dilatih pada teks formal umumnya kurang akurat. Proyek ini membangun korpus berlabel in-domain dari komentar YouTube Indonesia, dikombinasikan dengan korpus eksternal, untuk melatih model yang lebih sesuai dengan konteks lokal.

Skema Klasifikasi
  • C0-NTR (Netral): Bukan incivility, seperti sapaan, opini wajar, kritik sopan
  • C1-SARA (SARA): Kebencian suku, agama, ras, antargolongan
  • C2-BDY (Body Shaming): Hinaan terhadap fisik/penampilan
  • C3-CBL (Cyberbullying): Serangan personal ke individu bernama
  • C4-HOX (Hoaks): Klaim palsu yang ditegaskan sebagai fakta
  • C5-PRV (Provokasi): Hasutan kekerasan, hinaan kolektif, ancaman

Label tambahan: Sentimen (NEG/NET/POS) dan Campur Kode (CM-ID/CM-REG/CM-ENG/CM-MIX).

Dataset
28.958
Total instans
23.166
Data latih
2.896
Data validasi
2.896
Data uji

Dataset menggabungkan korpus in-domain LWSEM (komentar YouTube Indonesia, label dikurasi ulang dari anotasi awal yang tidak reliabel) dengan tiga korpus eksternal sebagai penyokong kelas minoritas:

  • Ibrohim & Budi (2019): korpus hate-speech Twitter Indonesia
  • IDNHoaxCorpus / UMPO (2020): korpus hoaks Twitter Indonesia
  • Sutoyo dkk. (2023): korpus body-shaming komentar TikTok Indonesia
Model & Hasil
NusaBERT-base
Backbone
86,6%
Akurasi (validasi)
0,759
Macro-F1 klaster

Model multi-task berbagi satu encoder NusaBERT-base (~110 juta parameter) dengan tiga head klasifikasi: klaster incivility (tugas utama), sentimen, dan campur kode, dilatih dengan focal loss dan pembobotan kelas untuk menangani ketimpangan data yang ekstrem.